March 29, 2010

Bintang

"Sini, kugendong. Aku akan membawamu lebih dekat pada bintang." katanya sambil berjongkok menawarkan punggungnya.

Di panggung jalanan malam itu, tarian malaikat pun tak dapat menyaingi kami. Titik-titik lembut sang hujan menjadi penari latar kami. Kami larut dalam musik hati. Dentuman jantungnya bersahutan dengan dentuman jantungku, membuat sebuah harmoni; lebih cepat dari irama hujan, lebih indah dari tarian bintang.

"Kamu nggak membawaku lebih dekat pada bintang," kataku akhirnya, "kamulah bintang itu."

Dan langit pun tersipu, menutup layar besarnya, dan tak berani menampilkan bintangnya.